Publications

Published - 1 Day Ago

Membekali Pemimpin Menjadi Coach: Training "Leader as Coach" bersama Maxpower

Membekali Pemimpin Menjadi Coach: Training "Leader as Coach" bersama Maxpower

Di era di mana angkatan kerja dalam sebuah organisasi semakin beragam, pemimpin dituntut lebih dari sekadar pemberi instruksi dan perintah, tetapi juga sebagai pembimbing bagi karyawannya bertumbuh. Pergeseran inilah yang menjadi titik tolak training "Leader as Coach" yang diikuti oleh jajaran manajer Maxpower, difasilitasi oleh M Learning Centre (MLC), pada 21–22 Oktober 2026.

Program dua hari ini dipandu oleh Ruben Saragih selaku trainer, dan diikuti sekitar 22 peserta pada level Manager – L3. Melalui kombinasi interactive learning, diskusi, demonstrasi, role play, case study, peer feedback, short movie, hingga action planning, peserta diajak untuk menggeser peran mereka, dari pemberi instruksi menjadi mitra yang mengembangkan potensi tim. Tujuannya sederhana namun berdampak: setiap pemimpin pulang dengan cara pandang, keterampilan, dan rencana nyata untuk menerapkan coaching dalam praktik kepemimpinan sehari-hari.

Perjalanan Belajar yang Bertahap

Program dimulai dengan memahami mengapa coaching penting, yaitu perubahan ekspektasi karyawan dan tantangan memimpin tim lintas generasi. Peserta diajak melihat kembali gaya kepemimpinan mereka dan membangun mindset coaching sebagai fondasi.

Dari sana, peserta berlatih keterampilan inti percakapan coaching: membangun kepercayaan dan mendengarkan secara aktif, lalu menyusun percakapan yang terarah menggunakan kerangka GROW (Goal, Reality, Options, Will). Kerangka ini membantu pemimpin memandu anggota timnya menemukan solusi sendiri, sehingga hasilnya lebih dimiliki dan lebih berkelanjutan.

Peserta juga dibekali cara menyampaikan umpan balik yang efektif dan menghadapi percakapan yang menantang, seperti saat muncul resistensi atau emosi, tanpa kehilangan empati maupun akuntabilitas.

Belajar dengan Praktik Langsung: Role Play Coach–Coachee

Bagian yang paling dirasakan manfaatnya oleh peserta adalah sesi praktik. Melalui role play dengan berbagai skenario, peserta bergantian berperan sebagai coach dan coachee. Mereka mencoba langsung teknik yang dipelajari, merasakan sudut pandang kedua belah pihak, dan menerima masukan dari rekan sesama peserta.

Pendekatan active experimentation ini membuat pembelajaran tidak berhenti sebagai teori. Peserta mendapat kesempatan berlatih dalam suasana aman, sehingga lebih percaya diri saat menghadapi situasi serupa di tempat kerja.

Dari Training ke Praktik Nyata

Agar hasil belajar benar-benar terpakai, setiap peserta menyusun Personal Coaching Action Plan: siapa yang akan di-coach, apa yang akan dilakukan, kapan, bagaimana, hasil yang diharapkan, serta rencana tindak lanjutnya. Rencana ini menjadi pegangan untuk langsung mempraktikkan coaching bersama tim masing-masing.

Komitmen tersebut dikawal melalui sesi coaching kelompok 30 hari setelah training. Dalam sesi ini, peserta berbagi pengalaman, membahas tantangan di lapangan, dan saling belajar, sehingga kebiasaan coaching terus tumbuh dan memberi manfaat bagi tim.

Manfaat bagi Pemimpin dan Tim

Dengan mengikuti rangkaian ini, para peserta diharapkan dapat:

  • Menjalin hubungan yang lebih kuat dan saling percaya dengan anggota tim;
  • Mengajukan pertanyaan yang mendorong anggota tim berpikir dan mengambil tanggung jawab;
  • Memberi umpan balik yang jelas, berorientasi ke depan, dan membangun;
  • Menghadapi percakapan sulit dengan lebih tenang dan tetap berfokus pada solusi;
  • Menjalankan coaching secara konsisten melalui rencana aksi yang terukur.

Penutup

MLC berterima kasih kepada Maxpower dari Medco atas kepercayaan dan antusiasme para peserta, serta kepada Bapak Ruben Saragih atas fasilitasi yang inspiratif. Sebagai penyedia layanan pelatihan in-house, MLC siap merancang program yang selaras dengan kebutuhan spesifik organisasi Anda.

Comments (0)